Hari ini kembali ku teringat catatan kusam yang menaruh sebuah pengharapan, lusuh karena terlalu erat ku pegang, aku tersenyum dalam keterasingan ketika hari ini kunyalakan api dari lilin-lilin kebisuan, semoga dalam tidurmu engkau mendengar nyanyian kegembiraannya, berpacu dalam kantuk terbelah sebilah resah kucoba menata kembali sesuatu yang pernah terkoyak ego terjilat amarah, dalam kesederhanaan ini kurantai malam yang dingin dengan ucapan maaf yang meluap setelah engkau lelah menelan hari.
Ku setubuhi harapan untuk menjadi sempurna, ku jelejahi setiap selangkangannya yang menyuguhkan kebingungan dan sedikit rasa gundah akan kehilangan, kuusap telapak kakinya agar ia tersadar dari mimpi panjang yang tengah menunggangi matanya, ayo lekaslah berlari langit mulai mendung, jalanan mulai berdebu, dan kerikil-kerikil tajam mulai menunjukan taringnya siap menerkam saat engkau lalai, tetaplah terjaga jangan biarkan setiap kesempatan engkau lewatkan begitu saja, hujamkan asa pada setiap raga yang keruh, biarkan semua berwarna dan tersenyum lagi.
Hari ini kutanggalkan semua pakaian ku, kutelanjangi hati ini agar engkau mengerti, agar engkau tahu betapa cinta ini terlalu membiru, membekas dalam setiap lipatannya, hati ini sudah mulai kedinginan namun engkau tak jua membuka mata, saat aku lelah engkau pun terjaga, terbuka matamu bergetar mulutmu tanpa pengadilan engkau memvonisku salah, aku tak tahu apa yang harus kukatakan, yang aku bisa hanya menutup telingaku dan kuajak pergi hatiku ketengah riuhnya pesta pora berharap tangisnya tak terdengar, terlena dalam setiap langkah dansa, namun semua itu hanya mimpi tetap saja aku terluka…